(Gambar hanya ilustrasi)
"Dunia ini semakin canggih ya pak!"
Sahutku dalam kalbu untuk ayahku
Ayah yang kurindukan kehadirannya
Untuk memberi petunjuk kehidupan padaku
Tak terasa hari mulai senja
Tanda sang malam segera datang
Kulihat para remaja duduk bersama, riang gembira
Dibawa berjalan tanpa harus memijakkan kaki
Oleh kuda besi
Aku hanya bisa tersenyum
Dengann beban berat yang kupikul setiap hari
Cobek... Cobek... Cobek...!
Teriakku kala itu
Tak ada satu pun remaja yang melirikku
Mereka asik tertawa di atas kuda besi buatan jepang
Kupikir mungkin alat tradisional sudah tak berguna
Dan alat kiriman luar negeri lebih diminati para remaja
Keringatku mengucur dari sela-sela rambut hingga ke daguku
Kuusap
Dengan handuk kecil pemberian kakakku
Cobek... Cobek... Cobek...!
Teriakku lagi
Sial!
Lagi-lagi tak ada yang mendengarku!

Comments
Post a Comment